Nama : Achmad
shonhaji
NIM :
10620043
Kls :
Biologi B
paku Suplir
(Adiantum sp)
Klasifikasi
Kingdom : Plantae (Tumbuhan)
Divisi : Pteridophyta (paku-pakuan)
Kelas : Pteridopsida
Ordo : Polypodiales
Famili : Adiantaceae
Genus : Adiantum
Spesies : Adiantum sp
Tumbuhan suplir merupakan
tumbuh-tumbuhan yang berkembang biak dengan spora. Tumbuhan Suplir
dimasukkan dalam golongan tumbuhan paku-pakuan (Pteridophyta). Dalam bahasa
indonesia lebih dikenal paku suplir,suplir dan dalam bahasa inggris Maidenhair
ferm, venushair fern. Tumbuhan ini masuk kedalam kelompok Pteridophyta karena
sudah dapat dibedakan antara batang, daun, dan akar. Pada umumnya hidup di atas
tanah dengan cara bergerombol dan mempunyai akar serabut yang ujung akarnya
dilindungi kaliptra. Kebanyakan hidup di tempat-tempat yang terlindung
(sahdefern). Paku tanah atau suplir telah memiliki organ tubuh yang
sesungguhnya seperti akar, batang dan daun (Daryanti.2008).
DAUN
Daun pada tumbuhan paku suplir beraneka
ragam. Daun yang sudah tua berwarna hijau, sementara daun yang masih muda
berwarna agak cokelat kemerahan. Berdasarkan fungsi daun pada tumbuhan paku
suplir ini ada dua macam jenis daun. Daun tropophyl (daun untuk fotosintesis
saja / Daun steril ). Daun sporophyl (daun penghasil spora/ daun fertil ).
Berdasarkan ukurannya tumbuhan paku suplir ada dua macam jenis daun yaitu:
1. Daun Makrophyl (lebih besar)
2. Daun Mikrophyl (lebih kecil)
1. Daun Makrophyl
Ukurannya lebih besar menyirip
ganda sampai beberapa kali dengan urat-urat yang bebas, rapat, dan pendek. Daun
yang makrofil (berdaun besar) dengan posisi yang berseling-seling serta daun
yang menyerupai kipas. Bentuk daunnya bulat telur (membulat), persegi
panjang, delta, jajar genjang, dan belah ketupat. Susunan daun tumpang
tindih ,bersirip tunggal, bersirip ganda, ada juga susunan daunnya pada bagian
bawah besar sedang pada bagian ujungnya mengecil sehingga mirip ekor.
Tekstur daun biasanya lembut dan
tipis, tetapi ada juga yang keras dan kaku, dan umumnya berwarna hijau
mengkilap. Pada bagian daun terdapat tulang daun dan telah mempunyai
mesofil (daging daun). Tangkai daun gundul sekitar 10-20 cm. Anak daun
penempatannya bersaing sepanjang poros sirip. Daun memiliki mesofil (daging
buah), jaringan bunga karang, jaringan tiang dan jaringan daun
(Tjitrosoepomo.2009).
BATANG
Batang tanaman suplir hitam
mengkilat berduri tegak atau semi tegak dan dijumpai sisik-sisik yang lunak
atau keras. Batang bercabang-cabang dan berupa tongkat (rhizome) yang terdapat
banyak daun dengan tingginya sekitar 0,25-1,3 m. Susunan anatomi batang terdiri
dari epidermis, korteks dan stele. Pada ujung batang terdapat jaringan
meristematik yang membentuk akar dan batang
(Tjitrosoepomo.2003).
STRUKTUR BATANG
Dalam penampang melintang batang
tampak bagian-bagian, epidermis terdapat jaringan penguat, korteks banyak
mengandung ruang antar sel, silinder pusat terdiri atas xylem dan floem yang
membentuk berkas pengangkut yang konsentris (Wirakusumah.2003).
AKAR
Akar dari tumbuhan ini merupakan
rimpang tegak, yang akar sejatinya semakin menaik atau memanjat. Akar
berupa rhizome beruas pendek yang muncul akar-akar berupa serabut. Pada
ujung akar dilindungi oleh kaliptra atau tudung akar. Di belakang kaliptra terdapat
titik tumbuh berupa sebuah sel yang berbentuk bidang empat, yang kearah luar
membentuk sel-sel kaliptra, sedangkan jika menuju kearah dalam membentuk
sel-sel akar
(Tjitrosoepomo.2009).
SPORA
Spora terbentuk di dalam kotak
spora atau sporangium sebagai alat reproduksinya yang terkumpul dalam
sorus. Sorus yang bentuknya bermacam-macam dan dilindungi selaput yang
disebut insidium yang terletak pada tepi daun yang terlipat ke bawah dan
mempunyai annulus sebagai mekanisme pengeluaran spora. Sorus yang masih muda
terlindung oleh selaput indusium. Paku suplir mempunyai sorus bangun ginjal,
jorong atau bangun garis, terletak pada tepi daun yang terlipat ke bawah
berfungsi sebagai indisium(Wirakus.2003).
METAGENESIS (pergiliran keturunan)
Siklus hidup tanaman suplir
dimulai dari tanaman yang sudah dewasa yaitu ditandai dengan jatuhnya spora
yang telah matang atau melompat ke luar dari kotak spora yang terletak pada
sisi bawah daun
bagian tepi tanaman yang sudah dewasa.
Apabila spora tersebut jatuh di
tempat yang cocok (tanah yang subur), maka spora itu akan tumbuh menjadi suatu
badan/lembaran hijau yang disebut prothallium (prothallus). Prothallus ini
biasanya berklorofil, sehingga bisa berasimilasi. Sedang untuk mengambil
makanannya dari dalam tanah prothallus ini akan menggunakan rhizoidnya. Pada
prothallus ini akan terbentuk gametangium yakni berupa antheridia yang
menghasilkan spermatozoid dan archogenium menghasilkan sel telur.
Selanjutnya dengan perantaraan
medium air yang ada disekitar prothallus, spermatozoid akan bergerak menuju
archogonium. Pertemuan dua sel kelamin ini akan menghasilkan zigot. Kemudian
zigot ini akan terus berkembang membelah diri dan akhirnya terbentuklah sporophit
muda. Sporophit muda inilah yang akan tumbuh terus menjadi tumbuhan paku yang
kemudian akan menghasilkan spora kembali (Lovelles.1989)
Manfaat
Tumbuhan Paku
Dalam kehidupan sehari-hari, tumbuhan paku juga berperan
dalam kehidupan, antara lain:
a.
Sebagai tanaman hias, misalnya Adiantum cuneatum (suplir), Asplenium nidus
(pakusarang burung) dan Platycerium biforme (paku simbar menjangan).
b.
Sebagai tanaman obat, misalnya rimpang dari Aspidium filixmas (Dryopteris)
yangmampu mengobati cacingan.
c. Sebagai bingkai dalam karangan bunga.
d. Sebagai pupuk hijau.
e. Sebagai sayuran, contohnya adalah Marsilea
crenata (semanggi).

Tidak ada komentar:
Posting Komentar