Sabtu, 30 Juni 2012


Nama  : Achmad shonhaji
NIM     : 10620043
Kls      : Biologi B     

   Adiantum capillus-veneris
paku Suplir
(Adiantum sp)


Klasifikasi
 Kingdom : Plantae (Tumbuhan)

            Divisi : Pteridophyta (paku-pakuan)

                        Kelas : Pteridopsida

                                    Ordo : Polypodiales

                                                Famili : Adiantaceae

                                                            Genus : Adiantum

                                                                        Spesies : Adiantum sp


Tumbuhan suplir merupakan tumbuh-tumbuhan yang berkembang biak dengan spora.  Tumbuhan Suplir dimasukkan dalam golongan tumbuhan paku-pakuan (Pteridophyta). Dalam bahasa indonesia lebih dikenal paku suplir,suplir dan dalam bahasa inggris Maidenhair ferm, venushair fern. Tumbuhan ini masuk kedalam kelompok Pteridophyta karena sudah dapat dibedakan antara batang, daun, dan akar. Pada umumnya hidup di atas tanah dengan cara bergerombol dan mempunyai akar serabut yang ujung akarnya dilindungi kaliptra. Kebanyakan hidup di tempat-tempat yang terlindung (sahdefern).  Paku tanah atau suplir telah memiliki organ tubuh yang sesungguhnya seperti akar, batang dan daun (Daryanti.2008).

DAUN
Daun pada tumbuhan paku suplir beraneka ragam. Daun yang sudah tua berwarna hijau, sementara daun yang masih muda berwarna agak cokelat kemerahan. Berdasarkan fungsi daun pada tumbuhan paku suplir ini ada dua macam jenis daun. Daun tropophyl (daun untuk fotosintesis saja / Daun steril ). Daun sporophyl (daun penghasil spora/ daun fertil ).
              Berdasarkan ukurannya tumbuhan paku suplir ada dua macam jenis daun yaitu:
1.  Daun Makrophyl (lebih besar)
2.  Daun Mikrophyl (lebih kecil)

1. Daun Makrophyl
Ukurannya lebih besar menyirip ganda sampai beberapa kali dengan urat-urat yang bebas, rapat, dan pendek. Daun yang makrofil (berdaun besar) dengan posisi yang berseling-seling serta daun yang menyerupai kipas.  Bentuk daunnya bulat telur (membulat), persegi panjang, delta, jajar genjang, dan belah ketupat.  Susunan daun tumpang tindih ,bersirip tunggal, bersirip ganda, ada juga susunan daunnya pada bagian bawah besar sedang pada bagian ujungnya mengecil sehingga mirip ekor.
Tekstur daun biasanya lembut dan tipis, tetapi ada juga yang keras dan kaku, dan umumnya berwarna hijau mengkilap.  Pada bagian daun terdapat tulang daun dan telah mempunyai mesofil (daging daun). Tangkai daun gundul sekitar 10-20 cm. Anak daun penempatannya bersaing sepanjang poros sirip.  Daun memiliki mesofil (daging buah), jaringan bunga karang, jaringan tiang dan jaringan daun (Tjitrosoepomo.2009).

BATANG
Batang tanaman suplir hitam mengkilat berduri tegak atau semi tegak dan dijumpai sisik-sisik yang lunak atau keras. Batang bercabang-cabang dan berupa tongkat (rhizome) yang terdapat banyak daun dengan tingginya sekitar 0,25-1,3 m. Susunan anatomi batang terdiri dari epidermis, korteks dan stele. Pada ujung batang terdapat jaringan meristematik yang membentuk akar dan batang
(Tjitrosoepomo.2003).

STRUKTUR BATANG
Dalam penampang melintang batang tampak bagian-bagian, epidermis terdapat jaringan penguat, korteks banyak mengandung ruang antar sel, silinder pusat terdiri atas xylem dan floem yang membentuk berkas pengangkut yang konsentris (Wirakusumah.2003).

AKAR
Akar dari tumbuhan ini merupakan rimpang tegak, yang akar sejatinya semakin menaik atau memanjat.  Akar berupa rhizome beruas pendek yang muncul akar-akar berupa serabut.  Pada ujung akar dilindungi oleh kaliptra atau tudung akar. Di belakang kaliptra terdapat titik tumbuh berupa sebuah sel yang berbentuk bidang empat, yang kearah luar membentuk sel-sel kaliptra, sedangkan jika menuju kearah dalam membentuk sel-sel akar
(Tjitrosoepomo.2009).

SPORA
Spora terbentuk di dalam kotak spora atau sporangium sebagai alat reproduksinya yang terkumpul dalam sorus.  Sorus yang bentuknya bermacam-macam dan dilindungi selaput yang disebut insidium yang terletak pada tepi daun yang terlipat ke bawah dan mempunyai annulus sebagai mekanisme pengeluaran spora. Sorus yang masih muda terlindung oleh selaput indusium. Paku suplir mempunyai sorus bangun ginjal, jorong atau bangun garis, terletak pada tepi daun yang terlipat ke bawah berfungsi sebagai indisium(Wirakus.2003).

METAGENESIS (pergiliran keturunan)
Siklus hidup tanaman suplir dimulai dari tanaman yang sudah dewasa yaitu ditandai dengan jatuhnya spora yang telah matang atau melompat ke luar dari kotak spora yang terletak pada sisi bawah daun bagian tepi tanaman yang sudah dewasa.
Apabila spora tersebut jatuh di tempat yang cocok (tanah yang subur), maka spora itu akan tumbuh menjadi suatu badan/lembaran hijau yang disebut prothallium (prothallus). Prothallus ini biasanya berklorofil, sehingga bisa berasimilasi. Sedang untuk mengambil makanannya dari dalam tanah prothallus ini akan menggunakan rhizoidnya. Pada prothallus ini akan terbentuk gametangium yakni berupa antheridia yang menghasilkan spermatozoid dan archogenium menghasilkan sel telur.
Selanjutnya dengan perantaraan medium air yang ada disekitar prothallus, spermatozoid akan bergerak menuju archogonium. Pertemuan dua sel kelamin ini akan menghasilkan zigot. Kemudian zigot ini akan terus berkembang membelah diri dan akhirnya terbentuklah sporophit muda. Sporophit muda inilah yang akan tumbuh terus menjadi tumbuhan paku yang kemudian akan menghasilkan spora kembali (Lovelles.1989)

Manfaat Tumbuhan Paku
Dalam kehidupan sehari-hari, tumbuhan paku juga berperan dalam kehidupan, antara lain:
a. Sebagai tanaman hias, misalnya Adiantum cuneatum (suplir), Asplenium nidus (pakusarang burung) dan Platycerium biforme (paku simbar menjangan).
b. Sebagai tanaman obat, misalnya rimpang dari Aspidium filixmas (Dryopteris) yangmampu mengobati cacingan.
c.  Sebagai bingkai dalam karangan bunga.
d.  Sebagai pupuk hijau.
e.  Sebagai sayuran, contohnya adalah Marsilea crenata (semanggi).



            

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

.:: Selamat datang di blog Indahnya Islam ::.