Sabtu, 30 Juni 2012


I CYANOPHYTA
A.  ASAL USUL AGIHAN
Ø  Tersebar di seluruh dunia sebagai massa lendir atau benang-benang halus
Ø  Hidup di air,bahkan ada pada sumber-sumber air panas.
Ø  di dalam tanah basah
Ø  di kulit-kulit pohon
Ø ikut menyusun Lichenes
B.  STRUKTUR TUBUH DAN SUSUNA SEL
Ø  Dinding sel mengandung pektin,hemiselulosa, dan selulosa
Ø  Kadang-kadang berupa lendiràMyxophyceae
Ø  Pada bagian pinggir plasma terkandung klorofil-a,karotenoid, fikosianin, fikoeritrin
Ø  Di tengah sel terdapat bagian yang tidak berwarna mengandung DNA dan RNA.
Ø  Tampak vakuola pada sel
C.  STRUKTUR TUBUH
Ø  ganggang belah/ganggang lendir/Schizophyceae/Myxophyceae.
Ø  Cadangan makanan:glikogen dan butir sianofisin (lipoprotein) dan volutin.
Ø  Tidak bergerak,pada jenis yang berbentuk benang merayap meluncur pada alas yang basah.
D.  PERKEMBANG BIAKAN
Ø  Vegetatif dengan cara membelah diri
E.   KERAGAMAN
Ø  Tunggal/kelompok tanpa spora
Ø  Warna biru kehijauan
Ø  Umumnya membentuk selaput lendir pada cadas atau tembok yang basah
Ø  Contoh:
Ø  Chroococcus turgidus
Ø  Gleocapsa sanguinea


1.    Chamaesiphonales
Ø  Bersel tunggal/koloni berbentuk benang,mempunyai spora.
Ø  Hormogonium
Ø  Endospora
Ø  Contoh:
Ø  Chamaesiphon confervicolus

2.    Hormogonales
3.      Koloni berbentuk benang atau diselubungi membran.
4.       melekat pada substrat,tidak bercabang,
5.      Sering bercabang semu
6.      Benang dapat membentuk hormogonium
7.      Contoh:
8.      Oscillatoria (O. limosa, O. princeps)
9.      Rivularia (R. bullata, R.haematites)
10.  Nostoc (N. commune, N. sphaeroides)
11.                        Anabaena (A.cycadeae, A. azollae)
oscillatoria
 
Rivularia
 Nostoc


Anabaena
Anabaena
F.   MANFAAT
Ø  Sebagai bahan makanan protein sel tunggal (PST) atau Single Cell Protein (SCP). Misalnya Spirulina yang mengandung protein cukup tinggi.
Ø  Sebagai produsen primer dan pakan ikan
Ø  Pengikat Nitrogen bebas
Contoh yang dapat mengikat adalah Nostoc, Gleocapsa, dan Anabaena yang mampu menangkap nitrogen di udara.
G.  KERUGIAN
Ø  Beberapa spesies Cyanobacteria memproduksi neutrotoksin, hepatotoksin, sitotoksin, dan endotoksin, membuat mereka berbahaya bagi hewan dan manusia.
Ø  Beberapa ganggang hijau biru yang hidup di air ada yang mengeluarkan racun. Racun terlarut di dalam air dapat meracuni organisme yang meminumnya. Sifat merugikan lainnya adalah ganging ini dapat tumbuh di batu dan tembok, sehingga tembok akan mudah lapuk.


2 CHLOROPHYTA
A.    ASAL USUL AGIHAN
Ø  Habitatnya berada di air tawar yang merupakan penyusun plankton atau sebagai bentos. Alga bersel besar ada yang hidup di air laut, yaitu di dekat pantai. Ada pula yang hidup pada tanah basah, dan ada pula yang tahan terhadap kekeringan.
Ø  Air tawar
Ø  Bersimbiosis dalam lichenes.
B.     KERAGAMAN
Ø  Alga hijau merupakan golongan alga yang merupakan divisio terbesar. Ada sekitar 6500 spesies dari alga ini yang sudah diidentifikasi.
Ø  -Chlorococcales
Ø  -Ulotrichales
Ø  -Cladophorales
Ø  -Oedoginales
Ø  -Siphonales
Ø  -Zygnematales

C.    STRUKTUR TUBUH DAN SUSUNAN SEL
Ø  Kelompok dari alga ini terdiri atas sel-sel kecil yang merupakan koloni berbentuk benang yang bercabang-cabang atau tidak bercabang, ada yang membentuk koloni menyerupai kormus tumbuhan tingkat tinggi.
Ø  Chlorophyta Bersel Tunggal yang Tidak Bergerak
Ø  Chlorophyta Bersel Tunggal yang Dapat Bergerak
Ø  Chlorophyta Berbentuk Koloni Dapat Bergerak
Ø  Chlorophyta Berbentuk Benang
Ø  Chlorophyta lembaran
D.    REPRODUKSI
      Aseksual
      zoospora
      Seksual
Anisogami
1.      Chlorococcales
Ø  Sel vegetatif tidak mempunyai flagel
Ø  Koloni bermacam-macam bentuk
Ø  Reproduksi dg zoospora atau aplanospora
Ø  Isogami (pediastrum,hydrodictio
Ø  Plankton di air tawar,kulit pohon,tembok basah,sbg lichenes,dlm plasma binatang rendah(chlorella dlm Infusoria dan Hydra)
Ø  Hydrodictyaceae
Ø  Chlorococcaceae
Ø  Ulotrichales
Ø  Satu inti dan satu kloroplas
Ø  Koloni benang bercabang/tdk
Ø  Ulotrichaceae
Ø  Ulotrix
Ø  Ulvaceae
Ø  -Ulva
Ø  -Enteromorpha
2.      Cladophorales
Ø  Sel berinti banyak
Ø  Air tawar,laut
Ø  Zoospora,isogami
Ø  Pergiliran keturunan
Ø  Cladophoraceae
Ø  Volvocales
Ø  berbentuk koloni.
Ø  menyerupai bola.
Ø  pada sel-sel vegetatif bagian tepi berflagel dua. Koloni sel tersebut dihubungkan satu dengan yang lain melalui benang-benang sitoplasma.
Ø  hidup di air tawar misalnya di sawah atau di kolam.
Ø   Perkembangbiakan vegetatif
3.      Zygnematales
Ø  di air tawar
Ø  gamet dari bangsa ini berbeda dengan anggota Chlorophycea yaitu gametnya bersifat amoeboid dan tidak berflagel.
Ø  tubuh vegetatif uniseluler atau bentuk filament yang tidak bercabang.
Ø  kloroplas memiliki bentuk yang berfariasi, misalnya bentuk pita spiral, bintang atau cakram.
Ø  perkembangbiakan zygnematales secara vegetatif, fragmentasi, dan secara aseksual Secara seksual. Sel vegetatif dapat langsung berfungsi sebagai gametongium.
4.      Oedogonales
Ø  berbentuk benang,
Ø  ditemukan di air tawar  dan melekat di dasar perairan.
Ø  Reproduksi vegetatif dilakukan oleh setiap sel menghasilkan sebuah zoospora yang berflagela banyak. Reproduksi generatif adalah salah satu benang membentuk alat kelamin jantan (antiridium) dan menghasilkan gamet jantan (spermatozoid). Pada benang yang lain membentuk alat kelamin betina yang disebut Oogonium. Oogonium akan menghasilkan gamet betina (ovum). Sperma tozoid membuahi ovum dan terbentuk zigot.  Zigot akan tumbuh membentuk individu
5.      Siphonales
Ø  Kebanyakan di air laut
Ø  Talus tidak mempunyai dinding pemisah yang melintang, sehingga dinding selnya menyelubungi massa plasma yang mengandung banyak inti dan kloroplas.
Ø  Hanya alat-alat reproduksi yang terpisah oleh dinding/sekat.
Ø  Holycystis, Caulerpa
E.     MANFAAT
Ø  Pencegah kanker
Ø  Obat alami cacing
Ø  Pencegah tumor
Ø  Sebagai anti jamur 
Ø  Bahan makanan
Ø  Penstabil kesehatan , kebugaran dan kekuatan
Ø  Sebagai anti bakteri, terutama bakteri pathogen dan Coli
Ø  Sumber vitamin, asam lemak tak jenuh unsur aktif untuk obat-obatan, pembersih air limbah serta penghasil energi.
Ø  Sumber protein, lemak tidak jenuh Omega 3 dan Omega 6.
Ø  Sumber betakarotin, yang bisa mencegah pengapuran dinding pembuluh darah.

Ø   
3 EUGLENOPHYTA
A.    ASAL USUL DAN AGIHAN
Ø  Air  tawar,kolam,tempat berlumpur
B.     STRUKTUR TUBUH DAN SUSUNAN SEL
Ø  Secara umum susunan tubuh Euglenophyta adalah uniseluler atau bersel satu, kecuali pada beberapa jenis saja yang berbentuk koloni, contohnya Colacium.
Ø  Sel-sel telanjang
Ø  Bulat memanjang
Ø  Bagian muka terdapat satu bulu cambuk dengan rambut-rambut mengkilat
Ø  Kromatofora warna hijau klorofil a,b.
Ø  Hasil asimilasi paramilion,menyerupai zat tepung

C.    REPRODUKSI
Ø  Pembelahan sel dapat terjadi juga ketika sel bergerak, yang merupakan pembelahan longitudinal dan dimulai pada ujung anterior. Pembelahan pada saat sel tidak bergerak, sel dikelilingi selubung yang gelatinous.
Ø  Seringkali sel anak membelah lagi untuk membentuk koloni palmela (bila sang anak gagal keluar dari sel induk, sel-sel anak akan terus membelah sampai mencapai ratusan sel anak dan diselubungi matriks yang gelatinous) yang temporal selama mitosis.
Ø  Pada spesies yang memiliki satu flagellum, blepharoplas (granula pada pangkal tiap-tiap flagella) membelah menjadi dua. Flagellum lama tetap menempel pada salah satu blepharoplas dan dari blepharoplas yang satunya tumbuh flagellum baru. Proses pembelahan selanjutnya seperti mitosis pada umumnya.
Ø  Euglena juga sering kali membentuk kista (sel vegetatif membulat dan berdinding tebal) yang cukup tahan terhadap kondisi buruk sampai beberapa waktu lamanya. Selain itu juga bereproduksi secara autogami (fusi antara nukleus sel-sel anak). Inti hasil fusi kemudian membelah meiosis membentuk empat nukleus yang masing-masing berkembang menjadi sel vegetatif.





4 PYRROPHYTA
A.  HABITAT
Ø  Air tawar dan air laut
Ø Kebanyakan hidup dalam air laut dan bersama dengan Diatomae merupakan penyusun fitoplankton yang utama.
Ø  KARAKTERISTIK
Ø  Kromatofora banyak, berwarna kuning coklat, mengandung karotenoid (peridinin & neoperidinin), klorofil a dan c.
Ø  Bersifat fosforesensi dan melakukan bioluminesensi.
Ø  Hasil asimilasi berupa tepung atau minyak.
Ø  Terdapat butir-butir kromatin yang berupa untaian. Kromosom tetap memadat pada semua stadia sehingga dikenal dengan sifat mesokariotik.
Ø  Fotoautotrof atau heterotrof, sebagai saprofit, parasit, hidup bersimbiose atau holozoik
B.   STRUKTUR TUBUH DAN SUSUNAN SEL
Ø  Tersusun atas satu sel, berdinding sel terdiri dari selulosa berbentuk lempeng-lempeng,sebelah luar terdapat celah/alur (Glenodinium dan Peridinium) atau tidak  berdinding sel (Gymnodinium)
-Berbentuk Sel Tunggal, contoh : Peridinium dan Ceratium.
Ø       -Berbentuk Filamen yang bercabang, contoh : Dinotrix
Ø  = Dinoflagellata=alga api
Ø  Berflagel dua, berbentuk pita, keluar dari sisi perut dalam suatu saluran. Yang satu menunjuk ke belakang, yang lain berbentuk spiral dalam saluran yang melintang.
Ø  Satu  flagella terletak di lekukan longitudinal dekat tubuh bagian tengah yang disebut sulcus dan memanjang ke bagian posterior. Sedangkan flagella yang lain ke arah transversal dan ditempatkan dalam suatu lekukan (cingulum) yang melingkari tubuh atau bentuk spiral pada beberapa belokan. Lekukan tranversal disebut girdle, merupakan cincin yang simpel dan jika berbentuk spiral disebut annulus. Flagellum transversal menyebabkan pergerakan rotasi dan pergerakan kedepan, sedangkan flagellum longitudinal mengendalikan air ke arah posterior.
Ø  Sel Dinoflagellata terbagai secara transversal oleh cingulum menjadi epiteka dan hipoteka.
Ø Mempunyai bintik mata (stigma)
C.   REPRODUKSI
Ø  Aseksual
Ø        -Pembelahan sel yang bergerak, jika sel mempunyai panser, maka selubung itu pecah. Dapat juga protoplas membelah membujur, lalu keluar dua sel telanjang yang dapat mengembara, yang masing-masing lalu membuat panser lagi.
Ø        -fragmentasi (pada bentuk filamen:Dinothrix)
Ø        -spora
Ø  Seksual
Ø       Dalam sel terbentuk 4 isogamet yang masing-masing dapat mengadakan perkawinan dengan isogamet dari individu lain.
D.  PERANAN
Ø  Dinoflagellata dalam jumlah yang kecil sebagai penyusun komunitas plankton laut.
Ø  Fenonema menarik yang dihasilkan oleh Pyrrophyta adalah kemampuan bioluminescence, seperti yang dihasilkan oleh Noctiluca, Gonyaulax, Pyrrocystis, Pyrodinium dan Peridinium sehingga menyebabkan laut tampak bercahaya pada malam hari.
Ø  Pasang merah (red tide) yaitu blooming Pyrrophyta dengan 1- 20 juta sel per liter. Red tide dapat menyebabkan:
Ø        -Kematian ikan dan invertebrata, jika yang blooming adalah Ptychodiscus brevis, Prorocentrum dan Gymnodinium breve 
Ø        -Kematian invertebrata jika yang blooming adalah Gonyaulax, Ceratium dan Cochlodinium.
Ø        Tidak merusak kerang-kerang yang hidup.
Ø  Masing-masing spesies dari Dinoflagellata membentuk campuran racun yang berbeda, racun yang utamanya adalah:
• saxitoxin dihasilkan oleh Alexandrium sp.
• brevetoxin dihasilkan oleh Ptychodiscus sp.
• ciguatoxin dihasilkan oleh Gambierdiscus sp.



5 CHRYSOPHYTA
A.     HABITAT
Ø  Hidup di tempat yang basah, laut, air tawar, dan merupakan  fitoplankton
B.     KARAKTERISTIK
Ø  Mempunyai pigmen yang terletak dalam kromatofora: hijau kekuningan sampai coklat keemasan. klorofil a dan c, tersimpan didalam kloroplas yang berbentuk cakram atau lembaran.
Ø   Chrysophyta sering dinamakan alga pirang atau alga keemasan karena mendapatkan warna dari karatinoid cokelat kuning yang disebut fukosantin dan juga memiliki klorofil a dan b; memiliki sel yang bersifat uniseluler dan banyak yang berflagel.
Ø  Cadangan makanan:  tepung krisolaminarin, bahan simpanan utamanya adalah minyak dan krisolaminarin (leukosin)
C.    STRUKTUR TUBUH DAN SUSUNAN SEL
Ø  Susunan sel: soliter atau koloni, ada yang berflagel dan ada yang tidak.
Ø  Berdinding sel atau tidak. Dinding sel terdiri dari lorika (Dinobryon dan Kephryon). Atau tersusun dari lempengan silicon (Sinura dan Mallomonas) atau tersusun dari cakram kalsium karbonat (contoh: Syracospoera). Struktur sel tidak mempunyai dinding selulosa dan membran menunjukkan kewujudan silica. Dinding sel tersusun dua bagian yang over lapping.
Ø  REPRODUKSI
Ø  Aseksual: spora berflagel atau tidak berflagel (satospora).
Ø  Seksual: isogamous, anisogamous atau oogamous.
D.    KERAGAMAN
Ø  Ada tiga kelas:
Ø  Xantophycea
Ø  Crysophyceae
Ø  Bacillariophyceae
Ø        Menurut Pacher (1914, 1924) ada 4 alasan menggabungkan ketiga kelas diatas:
Ø  Persamaan pigmentasi
Ø  Persamaan bentuk dasar dari cadangan makanan.
Ø  Dinding sel over lapping pada sel vegetatif, atau pada spora.
Ø  Membentuk spora khusus yang disebut statospora.

E.     Kelas Xantophycea
Ø  Kromatofora mengandung klorofil a,e dan β karoten.
Ø  Cadangan makanan: leukosin atau minyak.
Ø  Sel vegetatif dengan dua bagian overlapping.
Ø  Susunan tubuh: uniseluler dan multiseluler.
Ø  Sel vegetatif motil dan sel reproduksi mempunyai 2 flagel yang tidak sama panjang (heterokont).
Ø  Reproduksi seksual: isogamous dan satu genus anisogamous.
Ø  Habitat: air tawar jarang air laut. Terdiri atas 100 genera dan 600 spesies. Jarang sekali ditemukan hanya beberapa genus seperti Vaucheria dan Tribonema.
F.     Kelas Crysophyceae
Ø  Terdiri dari 200 genera dan 1000 spesies.
Ø  Memiliki pigmen keemasan (karoten) dan klorofil. Tubuh bersel satu atau koloni.
Ø  Terdapat di danau oligotropik (produktivitas rendah) dengan derajat keasaman (pH) 5-7,5. lebih suka pada suhu dingin sehingga banyak ditemukan di artic.
Ø  Menjadi mangsa utama dari zooplankton seperti Daphnia dan Bosmina.
 
      Sel tunggal berflagel: Chryamoeba sp.1 dan Chryamoeba sp.2
      Koloni berflagel: Uroglena sp.1, Uroglena sp.2.
      Ameboid: Rhizochrysis, Chrysarachnion
      Palmeloid: Chrysocapsa, Hydrurus.
      Filamen: Lagynion, Dinobryon cylindricum
Thalloid: Thallochrysis.
G.    Kelas Bacillariophyceae
Ø  di permukaan tanah basah misal, sawah, got atau parit.
Ø  tanah yang mengandung diatom berwarna kuning keemasan.
Ø  tubuh ada yang uniseluler dan koloni. Dinding sel tersusun atas dua belahan yaitu kotak (hipoteca) dan tutup (epiteca). Reproduksi secara aseksual dengan membelah diri.
Ø  mengandung pigmen :
Ø  -   klorofil a dan klorofil c
Ø  -   karotenoid, fukosantin, diatoksantin dan diadinoksantin
Ø  dinding sel mengandung zat kersik / silika
Ø  contoh : Navicula, Pinnularia, Actinastrum, Desmidium, Bacteriastrum
Image
H.    PERANAN
Ø  Sebagai penyerap nitrogliserin pada bahan peledak, sebagai campuran semen dan sebagai bahan penggosok.
Ø   indikator kualitas air.
Ø   fitoplankton
Ø  Tambahan cat untuk meningkatkan daya pemantulan;
Ø  isolasi, terutama dalam tungku pembakaran dengan suhu melebihi 1.000 derajat F.







Tidak ada komentar:

Posting Komentar

.:: Selamat datang di blog Indahnya Islam ::.