I CYANOPHYTA
A.
ASAL USUL AGIHAN
Ø Tersebar
di seluruh dunia sebagai massa lendir atau benang-benang halus
Ø Hidup
di air,bahkan ada pada sumber-sumber air panas.
Ø di
dalam tanah basah
Ø di
kulit-kulit pohon
Ø ikut
menyusun Lichenes
B.
STRUKTUR TUBUH DAN SUSUNA SEL
Ø Dinding
sel mengandung pektin,hemiselulosa, dan selulosa
Ø Kadang-kadang
berupa lendiràMyxophyceae
Ø Pada
bagian pinggir plasma terkandung klorofil-a,karotenoid, fikosianin, fikoeritrin
Ø Di
tengah sel terdapat bagian yang tidak berwarna mengandung DNA dan RNA.
Ø Tampak
vakuola pada sel
C.
STRUKTUR TUBUH
Ø ganggang
belah/ganggang lendir/Schizophyceae/Myxophyceae.
Ø Cadangan
makanan:glikogen dan butir sianofisin (lipoprotein) dan volutin.
Ø Tidak
bergerak,pada jenis yang berbentuk benang merayap meluncur pada alas yang basah.
D.
PERKEMBANG BIAKAN
Ø Vegetatif
dengan cara membelah diri
E.
KERAGAMAN
Ø Tunggal/kelompok
tanpa spora
Ø Warna
biru kehijauan
Ø Umumnya
membentuk selaput lendir pada cadas atau tembok yang basah
Ø Contoh:
Ø Chroococcus
turgidus
Ø Gleocapsa
sanguinea
1.
Chamaesiphonales
Ø Bersel
tunggal/koloni berbentuk benang,mempunyai spora.
Ø Hormogonium
Ø Endospora
Ø Contoh:
Ø Chamaesiphon
confervicolus
2.
Hormogonales
3. Koloni
berbentuk benang atau diselubungi membran.
4. melekat pada substrat,tidak bercabang,
5. Sering
bercabang semu
6. Benang
dapat membentuk hormogonium
7. Contoh:
8. Oscillatoria
(O. limosa, O. princeps)
9. Rivularia
(R. bullata, R.haematites)
10. Nostoc
(N. commune, N. sphaeroides)
11.
Anabaena
(A.cycadeae, A. azollae)

oscillatoria

Rivularia

Nostoc


Anabaena

Anabaena
F.
MANFAAT
Ø Sebagai
bahan makanan protein sel tunggal (PST) atau Single Cell Protein (SCP).
Misalnya Spirulina yang mengandung protein cukup tinggi.
Ø Sebagai
produsen primer dan pakan ikan
Ø Pengikat
Nitrogen bebas
Contoh yang dapat mengikat adalah Nostoc, Gleocapsa, dan Anabaena yang mampu menangkap nitrogen di udara.
Contoh yang dapat mengikat adalah Nostoc, Gleocapsa, dan Anabaena yang mampu menangkap nitrogen di udara.
G.
KERUGIAN
Ø Beberapa
spesies Cyanobacteria memproduksi neutrotoksin, hepatotoksin, sitotoksin, dan
endotoksin, membuat mereka berbahaya bagi hewan dan manusia.
Ø Beberapa
ganggang hijau biru yang hidup di air ada yang mengeluarkan racun. Racun
terlarut di dalam air dapat meracuni organisme yang meminumnya. Sifat merugikan
lainnya adalah ganging ini dapat tumbuh di batu dan tembok, sehingga tembok
akan mudah lapuk.
2 CHLOROPHYTA
A.
ASAL
USUL AGIHAN
Ø Habitatnya
berada di air tawar yang merupakan penyusun plankton atau sebagai bentos. Alga
bersel besar ada yang hidup di air laut, yaitu di dekat pantai. Ada pula yang
hidup pada tanah basah, dan ada pula yang tahan terhadap kekeringan.
Ø Air
tawar
Ø Bersimbiosis
dalam lichenes.
B.
KERAGAMAN
Ø Alga
hijau merupakan golongan alga yang merupakan divisio terbesar. Ada sekitar 6500
spesies dari alga ini yang sudah diidentifikasi.
Ø -Chlorococcales
Ø -Ulotrichales
Ø -Cladophorales
Ø -Oedoginales
Ø -Siphonales
Ø -Zygnematales
C.
STRUKTUR
TUBUH DAN SUSUNAN SEL
Ø Kelompok
dari alga ini terdiri atas sel-sel kecil yang merupakan koloni berbentuk benang
yang bercabang-cabang atau tidak bercabang, ada yang membentuk koloni
menyerupai kormus tumbuhan tingkat tinggi.
Ø Chlorophyta
Bersel Tunggal yang Tidak Bergerak
Ø Chlorophyta
Bersel Tunggal yang Dapat Bergerak
Ø Chlorophyta
Berbentuk Koloni Dapat Bergerak
Ø Chlorophyta
Berbentuk Benang
Ø Chlorophyta
lembaran

D.
REPRODUKSI
• Aseksual
zoospora
• Seksual
Anisogami

1.
Chlorococcales
Ø Sel
vegetatif tidak mempunyai flagel
Ø Koloni
bermacam-macam bentuk
Ø Reproduksi
dg zoospora atau aplanospora
Ø Isogami
(pediastrum,hydrodictio
Ø Plankton
di air tawar,kulit pohon,tembok basah,sbg lichenes,dlm plasma binatang
rendah(chlorella dlm Infusoria dan Hydra)
Ø Hydrodictyaceae
Ø Chlorococcaceae
Ø Ulotrichales
Ø Satu
inti dan satu kloroplas
Ø Koloni
benang bercabang/tdk
Ø Ulotrichaceae
Ø Ulotrix
Ø Ulvaceae
Ø -Ulva
Ø -Enteromorpha

2.
Cladophorales

Ø Sel
berinti banyak
Ø Air
tawar,laut
Ø Zoospora,isogami
Ø Pergiliran
keturunan
Ø Cladophoraceae
Ø Volvocales
Ø berbentuk
koloni.
Ø menyerupai
bola.
Ø pada
sel-sel vegetatif bagian tepi berflagel dua. Koloni sel tersebut dihubungkan
satu dengan yang lain melalui benang-benang sitoplasma.
Ø hidup
di air tawar misalnya di sawah atau di kolam.
Ø Perkembangbiakan vegetatif


3.
Zygnematales
Ø di
air tawar
Ø gamet
dari bangsa ini berbeda dengan anggota Chlorophycea yaitu gametnya bersifat
amoeboid dan tidak berflagel.
Ø tubuh
vegetatif uniseluler atau bentuk filament yang tidak bercabang.
Ø kloroplas
memiliki bentuk yang berfariasi, misalnya bentuk pita spiral, bintang atau
cakram.
Ø perkembangbiakan
zygnematales secara vegetatif, fragmentasi, dan secara aseksual Secara seksual.
Sel vegetatif dapat langsung berfungsi sebagai gametongium.

4.
Oedogonales
Ø berbentuk
benang,
Ø ditemukan
di air tawar dan melekat di dasar
perairan.
Ø Reproduksi
vegetatif dilakukan oleh setiap sel menghasilkan sebuah zoospora yang
berflagela banyak. Reproduksi generatif adalah salah satu benang membentuk alat
kelamin jantan (antiridium) dan menghasilkan gamet jantan (spermatozoid). Pada
benang yang lain membentuk alat kelamin betina yang disebut Oogonium. Oogonium
akan menghasilkan gamet betina (ovum). Sperma tozoid membuahi ovum dan
terbentuk zigot. Zigot akan tumbuh
membentuk individu 

5.
Siphonales
Ø Kebanyakan
di air laut
Ø Talus
tidak mempunyai dinding pemisah yang melintang, sehingga dinding selnya
menyelubungi massa plasma yang mengandung banyak inti dan kloroplas.
Ø Hanya
alat-alat reproduksi yang terpisah oleh dinding/sekat.
Ø Holycystis,
Caulerpa
E.
MANFAAT
Ø Pencegah
kanker
Ø Obat
alami cacing
Ø Pencegah
tumor
Ø Sebagai
anti jamur
Ø Bahan
makanan
Ø Penstabil
kesehatan , kebugaran dan kekuatan
Ø Sebagai
anti bakteri, terutama bakteri pathogen dan Coli
Ø Sumber
vitamin, asam lemak tak jenuh unsur aktif untuk obat-obatan, pembersih air
limbah serta penghasil energi.
Ø Sumber
protein, lemak tidak jenuh Omega 3 dan Omega 6.
Ø Sumber
betakarotin, yang bisa mencegah pengapuran dinding pembuluh darah.
Ø
3 EUGLENOPHYTA
A.
ASAL
USUL DAN AGIHAN
Ø Air tawar,kolam,tempat berlumpur
B.
STRUKTUR
TUBUH DAN SUSUNAN SEL
Ø Secara
umum susunan tubuh Euglenophyta adalah uniseluler atau bersel satu, kecuali
pada beberapa jenis saja yang berbentuk koloni, contohnya Colacium.
Ø Sel-sel
telanjang
Ø Bulat
memanjang
Ø Bagian
muka terdapat satu bulu cambuk dengan rambut-rambut mengkilat
Ø Kromatofora
warna hijau klorofil a,b.
Ø Hasil
asimilasi paramilion,menyerupai zat tepung

C.
REPRODUKSI
Ø Pembelahan
sel dapat terjadi juga ketika sel bergerak, yang merupakan pembelahan
longitudinal dan dimulai pada ujung anterior. Pembelahan pada saat sel tidak
bergerak, sel dikelilingi selubung yang gelatinous.
Ø Seringkali
sel anak membelah lagi untuk membentuk koloni palmela (bila sang anak gagal
keluar dari sel induk, sel-sel anak akan terus membelah sampai mencapai ratusan
sel anak dan diselubungi matriks yang gelatinous) yang temporal selama mitosis.
Ø Pada
spesies yang memiliki satu flagellum, blepharoplas (granula pada pangkal
tiap-tiap flagella) membelah menjadi dua. Flagellum lama tetap menempel pada
salah satu blepharoplas dan dari blepharoplas yang satunya tumbuh flagellum
baru. Proses pembelahan selanjutnya seperti mitosis pada umumnya.
Ø Euglena
juga sering kali membentuk kista (sel vegetatif membulat dan berdinding tebal)
yang cukup tahan terhadap kondisi buruk sampai beberapa waktu lamanya. Selain
itu juga bereproduksi secara autogami (fusi antara nukleus sel-sel anak). Inti
hasil fusi kemudian membelah meiosis membentuk empat nukleus yang masing-masing
berkembang menjadi sel vegetatif.
4 PYRROPHYTA
A. HABITAT
Ø Air
tawar dan air laut
Ø Kebanyakan
hidup dalam air laut dan bersama dengan Diatomae merupakan penyusun
fitoplankton yang utama.
Ø KARAKTERISTIK
Ø Kromatofora
banyak, berwarna kuning coklat, mengandung karotenoid (peridinin &
neoperidinin), klorofil a dan c.
Ø Bersifat
fosforesensi dan melakukan bioluminesensi.
Ø Hasil
asimilasi berupa tepung atau minyak.
Ø Terdapat
butir-butir kromatin yang berupa untaian. Kromosom tetap memadat pada semua
stadia sehingga dikenal dengan sifat mesokariotik.
Ø Fotoautotrof
atau heterotrof, sebagai saprofit, parasit, hidup bersimbiose atau holozoik
B.
STRUKTUR
TUBUH DAN SUSUNAN SEL
Ø Tersusun
atas satu sel, berdinding sel terdiri dari selulosa berbentuk
lempeng-lempeng,sebelah luar terdapat celah/alur (Glenodinium dan Peridinium)
atau tidak berdinding sel (Gymnodinium)
-Berbentuk Sel Tunggal, contoh : Peridinium dan Ceratium.
-Berbentuk Sel Tunggal, contoh : Peridinium dan Ceratium.
Ø -Berbentuk Filamen yang bercabang, contoh
: Dinotrix
Ø =
Dinoflagellata=alga api
Ø Berflagel
dua, berbentuk pita, keluar dari sisi perut dalam suatu saluran. Yang satu
menunjuk ke belakang, yang lain berbentuk spiral dalam saluran yang melintang.
Ø Satu flagella terletak di lekukan longitudinal
dekat tubuh bagian tengah yang disebut sulcus dan memanjang ke bagian
posterior. Sedangkan flagella yang lain ke arah transversal dan ditempatkan
dalam suatu lekukan (cingulum) yang melingkari tubuh atau bentuk spiral pada
beberapa belokan. Lekukan tranversal disebut girdle, merupakan cincin yang
simpel dan jika berbentuk spiral disebut annulus. Flagellum transversal
menyebabkan pergerakan rotasi dan pergerakan kedepan, sedangkan flagellum
longitudinal mengendalikan air ke arah posterior.
Ø Sel
Dinoflagellata terbagai secara transversal oleh cingulum menjadi epiteka dan
hipoteka.
Ø Mempunyai
bintik mata (stigma)

C.
REPRODUKSI
Ø Aseksual
Ø -Pembelahan sel yang bergerak, jika sel
mempunyai panser, maka selubung itu pecah. Dapat juga protoplas membelah
membujur, lalu keluar dua sel telanjang yang dapat mengembara, yang
masing-masing lalu membuat panser lagi.
Ø -fragmentasi (pada bentuk
filamen:Dinothrix)
Ø -spora
Ø Seksual
Ø Dalam sel terbentuk 4 isogamet yang
masing-masing dapat mengadakan perkawinan dengan isogamet dari individu lain.
D. PERANAN
Ø Dinoflagellata
dalam jumlah yang kecil sebagai penyusun komunitas plankton laut.
Ø Fenonema
menarik yang dihasilkan oleh Pyrrophyta adalah kemampuan bioluminescence,
seperti yang dihasilkan oleh Noctiluca, Gonyaulax, Pyrrocystis, Pyrodinium dan
Peridinium sehingga menyebabkan laut tampak bercahaya pada malam hari.
Ø Pasang
merah (red tide) yaitu blooming Pyrrophyta dengan 1- 20 juta sel per liter. Red
tide dapat menyebabkan:
Ø -Kematian ikan dan invertebrata, jika yang
blooming adalah Ptychodiscus brevis, Prorocentrum dan Gymnodinium breve
Ø -Kematian invertebrata jika yang blooming
adalah Gonyaulax, Ceratium dan Cochlodinium.
Ø Tidak merusak kerang-kerang yang hidup.
Ø Masing-masing
spesies dari Dinoflagellata membentuk campuran racun yang berbeda, racun yang
utamanya adalah:
• saxitoxin dihasilkan oleh Alexandrium sp.
• brevetoxin dihasilkan oleh Ptychodiscus sp.
• ciguatoxin dihasilkan oleh Gambierdiscus sp.
• saxitoxin dihasilkan oleh Alexandrium sp.
• brevetoxin dihasilkan oleh Ptychodiscus sp.
• ciguatoxin dihasilkan oleh Gambierdiscus sp.
5 CHRYSOPHYTA
A.
HABITAT
Ø Hidup
di tempat yang basah, laut, air tawar, dan merupakan fitoplankton
B.
KARAKTERISTIK
Ø Mempunyai
pigmen yang terletak dalam kromatofora: hijau kekuningan sampai coklat
keemasan. klorofil a dan c, tersimpan didalam kloroplas yang berbentuk cakram atau lembaran.
Ø Chrysophyta sering dinamakan alga pirang atau
alga keemasan karena mendapatkan warna dari karatinoid cokelat kuning yang
disebut fukosantin dan juga memiliki klorofil a dan b; memiliki sel yang
bersifat uniseluler dan banyak yang berflagel.
Ø Cadangan
makanan: tepung krisolaminarin, bahan
simpanan utamanya adalah minyak dan krisolaminarin (leukosin)
C.
STRUKTUR
TUBUH DAN SUSUNAN SEL
Ø Susunan
sel: soliter atau koloni, ada yang berflagel dan ada yang tidak.
Ø Berdinding
sel atau tidak. Dinding sel terdiri dari lorika (Dinobryon dan Kephryon). Atau
tersusun dari lempengan silicon (Sinura dan Mallomonas) atau tersusun dari
cakram kalsium karbonat (contoh: Syracospoera). Struktur sel tidak mempunyai
dinding selulosa dan membran menunjukkan kewujudan silica. Dinding sel tersusun
dua bagian yang over lapping.
Ø REPRODUKSI
Ø Aseksual:
spora berflagel atau tidak berflagel (satospora).
Ø Seksual:
isogamous, anisogamous atau oogamous.
D.
KERAGAMAN
Ø Ada
tiga kelas:
Ø Xantophycea
Ø Crysophyceae
Ø Bacillariophyceae
Ø Menurut Pacher (1914, 1924) ada 4 alasan
menggabungkan ketiga kelas diatas:
Ø Persamaan
pigmentasi
Ø Persamaan
bentuk dasar dari cadangan makanan.
Ø Dinding
sel over lapping pada sel vegetatif, atau pada spora.
Ø Membentuk
spora khusus yang disebut statospora.
E.
Kelas Xantophycea
Ø Kromatofora
mengandung klorofil a,e dan β karoten.
Ø Cadangan
makanan: leukosin atau minyak.
Ø Sel
vegetatif dengan dua bagian overlapping.
Ø Susunan
tubuh: uniseluler dan multiseluler.
Ø Sel
vegetatif motil dan sel reproduksi mempunyai 2 flagel yang tidak sama panjang
(heterokont).
Ø Reproduksi
seksual: isogamous dan satu genus anisogamous.
Ø Habitat:
air tawar jarang air laut. Terdiri atas 100 genera dan 600 spesies. Jarang
sekali ditemukan hanya beberapa genus seperti Vaucheria dan Tribonema.

F.
Kelas Crysophyceae
Ø Terdiri
dari 200 genera dan 1000 spesies.
Ø Memiliki
pigmen keemasan (karoten) dan klorofil. Tubuh bersel satu atau koloni.
Ø Terdapat
di danau oligotropik (produktivitas rendah) dengan derajat keasaman (pH) 5-7,5.
lebih suka pada suhu dingin sehingga banyak ditemukan di artic.
Ø Menjadi
mangsa utama dari zooplankton seperti Daphnia dan Bosmina.

• Ameboid: Rhizochrysis, Chrysarachnion
• Palmeloid: Chrysocapsa, Hydrurus.
Thalloid: Thallochrysis.
G.
Kelas
Bacillariophyceae
Ø di
permukaan tanah basah misal, sawah, got atau parit.
Ø tanah
yang mengandung diatom berwarna kuning keemasan.
Ø tubuh
ada yang uniseluler dan koloni. Dinding sel tersusun atas dua belahan yaitu
kotak (hipoteca) dan tutup (epiteca). Reproduksi secara aseksual dengan
membelah diri.
Ø mengandung
pigmen :
Ø -
klorofil a dan klorofil c
Ø -
karotenoid, fukosantin, diatoksantin dan diadinoksantin
Ø dinding
sel mengandung zat kersik / silika
Ø contoh
: Navicula, Pinnularia, Actinastrum, Desmidium, Bacteriastrum

H.
PERANAN
Ø Sebagai
penyerap nitrogliserin pada bahan peledak, sebagai campuran semen dan sebagai
bahan penggosok.
Ø indikator kualitas air.
Ø fitoplankton
Ø Tambahan
cat untuk meningkatkan daya pemantulan;
Ø isolasi,
terutama dalam tungku pembakaran dengan suhu melebihi 1.000 derajat F.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar