Sabtu, 30 Juni 2012


TUGAS
TAKSONOMI TUMBUHAN TINGGI
Kacang adas (Foeniculum vulgare Mill.)

Dosen pembimbing:
Sulisetjono, M.pd
Ainun Nikmatillah, M. Si

Disusun oleh :
Acmad Shonhaji
(10620043)



                        


JURUSAN BIOLOGI

FAKULTAS SAINS DAN TEKHNOLOGI
UNIVERSITAS ISLAM NEGERI MAULANA MALIK IBRAHIM MALANG
2012
Kacang Adas (Foeniculum vulgare)
 
 
Surat Al- Baqarah Ayat: 61
  

Artinya:
dan (ingatlah), ketika kamu berkata: "Hai Musa, Kami tidak bisa sabar (tahan) dengan satu macam makanan saja. sebab itu mohonkanlah untuk Kami kepada Tuhanmu, agar Dia mengeluarkan bagi Kami dari apa yang ditumbuhkan bumi, Yaitu sayur-mayurnya, ketimunnya, bawang putihnya, kacang adasnya, dan bawang merahnya". Musa berkata: "Maukah kamu mengambil yang rendah sebagai pengganti yang lebih baik ? Pergilah kamu ke suatu kota, pasti kamu memperoleh apa yang kamu minta". lalu ditimpahkanlah kepada mereka nista dan kehinaan, serta mereka mendapat kemurkaan dari Allah. hal itu (terjadi) karena mereka selalu mengingkari ayat-ayat Allah dan membunuh Para Nabi yang memang tidak dibenarkan. demikian itu (terjadi) karena mereka selalu berbuat durhaka dan melampaui batas.(Al-Baqarah ayat: 2).
‘ADAS (kacang adas)
Kata ‘adas (عَدَس) merupakan kata benda. Bentuk satuannya adalah ‘adasah (عَدَسَØ©). ‘Adas (عَدَس) adalah nama tumbuh-tumbuhan sejenis kapas, ditanam dari bijinya yang dapat juga dimakan. Dalam istilah Indonesia disebut juga “kacang adas”. Kacang adas berasal dari Asia, sekarang sudah dapat tumbuh di berbagai wilayah di dunia. Muhammad Farid Wajdi di dalam “Da’irah al-Ma‘arif al-Qarn al-‘Isyrin“ menyebutkan bahwa ‘adas (kacang adas) itu tergolong sayur-mayur yang banyak tumbuh di tanah Arab (Timur Tengah). Para petani menganggap ‘adas sebagai salah satu menu makanan mereka yang utama. Kacang adas banyak ditanam di daerah pedalaman yang banyak air dan sedikit sekali ditanam di daerah pantai. Penyiraman tanaman ini dilakukan dengan sistem irigasi. Biasanya kacang adas ditanam bersamaan waktunya dengan gandum.
Di dalam al-Qur’an, kata ‘adas (عَدَس) hanya disebut satu kali, yakni di dalam Surat al-Baqarah (2): 61, yang berbentuk kata benda tunggal. Disebutnya kata ‘adas berkaitan dengan kerewelan umat Nabi Musa (Bani Israil) yang mengadakan eksodus besar-besaran menyeberangi Laut Merah. Dalam perjalanan menuju Tanah Harapan, tanah Kan‘an (Palestina), di tengah gurun dalam kondisi sulit mereka meminta hal-hal yang susah didapat. Mereka menginginkan makanan dan kebutuhan sehari-hari lainnya, seperti yang telah mereka dapatkan di tanah Mesir dahulu. Di dalam surat tersebut digambarkan bahwa mereka tidak tahan lagi bersama Nabi Musa, karena hanya punya satu macam makanan saja. Oleh karena itu, mereka mendesak Nabi Musa agar memohon kepada Tuhan supaya mereka memperoleh apa-apa yang tumbuh di bumi, yakni sayur-mayur, ketimun, bawang putih, kacang adas, dan bawang merah.
Secara kontekstual Ayat 61 dari S. al-Baqarah (2) ini berbicara mengenai peringatan terhadap orang Yahudi di Madinah atas nikmat-nikmat Allah yang telah dikaruniakan kepada nenek moyang mereka, Bani Israil, terutama pengikut Nabi Musa, dan mengingatkan kembali akan watak buruk mereka agar jangan ditiru atau diulang lagi. (Ahmad Asymuni).

Klasifikasi:

Kingdom: Plantae
            Divisio: Magnoliophyta
                        Classis: Magnoliopsida
                                    Ordo: Apiales
                                                Familia: Apiaceae
                                                            Genus: Foeniculum
                                                                        Species: F. vulgare


Nama spesies: Foeniculum vulgare Mill.
Nama lokal: Adas, Ada landi (jawa), Hades (sunda), Jintan manis (Malaysia).

Deskripsi
Tanaman         :Perdu, tahunan, tingi ± 2 m.
Batang             :Berlubang, beruas, beralur, percabangan monopodial, hijau keputih-putihan.
Daun               :Majemuk, menyiripganda, benluk jarum, ujung dan
pangkal runcing, tepi rata. panjang 30-50 cm, lebar 15-25 cm, panjang pelepah 5-7 cm, hijau muda,
htjau.
Letak daun      :berseling, majemuk menyirip ganda dua
Bunga              :Majemuk, bentuk payung, lumbuh di ujung balang, kelopak bentuk tabung, hijau,  daun mahkota lima,
kuning.
Batang             :Bentuk lonjong, beralur, panjang 6-10 m, lebar 3-4 mm, masih muda hijau setelah tua hijau keabuabuan.
Akar                   :Tunggang, putih.

Anatomi: Foeniculum vulgare 
Makroskopik, kremokarp berbentuk memanjang, ujung pipih, gundul, stilopodium pendek bercabang dua, buah yang utuh umumnya bertangkai,warna coklat kehijauan atau coklat kekuningan hingga coklat,panjang sampai 10 mm,lebat sampai 4mm. Merikarp mempunyai 5 rusuk primer, menonjol, warna kekuningan, prmukaan bidang lekat merikarp tidak beralur.
Perikarp pada irisan melintang tampak 2 saluran tampak 2 saluran minyak pada bidang lekat merikarp dan 4 saluran minyak pada lekukan yang terdapat diantara rusuk primer,pada tiap rusuk terdapat satu berkas pembuluh. Embrio kecil, terletak pada ujung atas endosperm. Endosperm berisi banyak minyak.
Makroskopik. Epikarp terdiri dari 1 lapis sel tetrahedral atau polyhedral, kutikula tidak bergaris, stomata bertipe anomositik(Ranucunlaceae). Mesokarp umumnya parenkimatik, di mesokarp daerah rusuk terdapat berkas pembuluh fibrovasal dengan serabut sklerenkim bernoktah sempit dan berlignin. Di sekitar berkas pembuluh terdapat parenkim berwarna kecoklatan dengan diding sel berpenebalan jala dan berlignin.
Saluran minyak atau vitae dengan satu lapis epithelium berwarna coklat  endocarp terdiri dari 1 lapis sel pipih. Pada penampanag tagensial tampak sebagai sel-sel berbentuk tersusun dalma kelompok-kelompok sel yang berlawana arah.
Kulit terdiri dari ilapis sel terentang tagensial. Endosperm terdiri dari sel-sel parenkim bentuk polyhedral, dinding tebal tidak berlignin , berisi minyak lemak dan butir-butir aleueron yang berisi hablur kalsium oksalat berbentuk roset.
Serbuk: warna coklat kekuningan. Fragmen pengenal adalah jaringa endosperm berdinding tebal, berisi minyak lemak dan butir-butir aleuron yang berisi hablur kalsium oksalat berbentuk roset kecil; saluran minyak berwarna kuninga atau kecoklatan parenkim berpenebalan jala berwarna kecoklatan, serabut bernoktah sempit; endocarp dengan kelompok sel-sel berbentuj hamper tetrahedral tersusun berlainan arah. Tidak terdapat rambut atau pati. 
Menurut Maryam Moradov, ahli gizi mengatakan, kacang adas kaya dengan potasium dan magnesium yang bermanfaat bagi penderita tekanan darah tinggi dan dapat membuka pembuluh darah. Kacang adas juga kaya dengan asid folik. Sekalipun asid folik sensitif dengan panas, namun terkait kacang adas yang telah dimasak masih ditemukan kadar zatini.
Selain itu, kacang adas juga kaya akan vitamin B6, asid folik dan zat besi yang bermanfaat bagi penderita kurang darah. Sementara kandungan mangan dan Zn kacang adas bermanfaat bagi pertumbuhan anak-anak," tambahnya. Ahli gizi Maryam Moradov juga menyebut kacang adas memiliki zat anti oksidan bernama Selenium yang mampu menangkal radikal bebas yang membahayakan badan. Kekuarangan Selenium dapat melemahkan kekebalan tubuh.

Kegunaan:
Buah bermanfaat untuk mengatasi
-          Sakit perut, perut kembung
-          Sakit kuning (jaundice),kurang nafsu makan
-          Susah tdur (imsonia)
-          Pembekakan saluran sperma(epididimis)
-          Buah pulir turun (orchidoptosis)
-          Putih telur dalm kencing (proteinuria)
-          Haid: nyeri haid, haid tidak teratur
-          Air susu ibu (ASI) sedikit





Referensi:
http://www.iptek.net.id/ind/pd_tanobat/view.php?id=106
http://commons.wikimedia.org/wiki/Special:Search?search=foeniculum+fulgare& go=Go            

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

.:: Selamat datang di blog Indahnya Islam ::.